BANDUNG, KOMPAS.com — Demi memecahkan persoalan
banjir dan kemacetan di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
mengaku menyiapkan dana sekitar Rp 50 miliar.
"Ya, kisaran Rp 50 miliar lah, tapi kan
belum tahu kebutuhannya apa saja. Kalau masalah dana, kita lihat dulu
kebutuhannya," kata Jokowi seusai melakukan dialog dengan Gubernur Jawa
Barat Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu
(31/10/2012) kemarin.
Secara tegas, orang nomor satu di Jakarta
itu siap untuk memperbantukan dana dalam menangani kedua masalah utama
di Jakarta dan Bandung. "Ya, saya siiiiiiap, memperbantukan dana, siaaap," tegas Jokowi.
Menurut
Jokowi, selain membicarakan masalah banjir dan macet, kedatangannya
menemui Heryawan untuk menjalin silaturahim agar hubungan erat antara
Jawa Barat dan Jakarta bisa terjalin harmonis.
"Intinya kami
ingin menjalin silaturahim, khususnya mengenai pembangunan Jabar dan
Jakarta. Sekarang kita ingin lebih konkret lagi dalam bekerja.
Secepatnya kita akan realisasikan, ga usah nunggu lama, yang akan digarapnya sudah jelas kok, tinggal dijalankan," tegasnya.
Sebelumnya
diberitakan, Heryawan mengaku akan membahas sejumlah isu dalam
pertemuan dengan koleganya itu. Isu-isu yang akan dibahas itu menyangkut
persoalan kemacetan, permbangunan infrastruktur, hingga pariwisata.
Tampilkan postingan dengan label gubernur jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gubernur jakarta. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 November 2012
Jumat, 31 Agustus 2012
Debat Jokowi Vs Foke Bahas 4 Masalah Jakarta
TEMPO.CO , Jakarta: Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi dua calon gubernur untuk debat politik. "Iya sama seperti putaran pertama. Hanya saja putaran kedua ini memang ditambah dengan adanya talkshow," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampanye KPU Provinsi DKI Jakarta, Suhartono, di Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2012.
Suhartono mengatakan KPU telah menyiapkan materi-materi dalam debat yang akan dilakukan di dua stasiun televisi: JakTV dan Metro TV. Pertama pada 14 September sedangkan kedua tanggal 16 September.
"Empat cluster itu adalah masalah infrastruktur, kesehatan dan ekonomi rakyat, tata kelola pemerintahan serta sosial budaya," ujar Suhartono.
Guna mempersiapkan konsep masa kampanye, Panitia Pengawas Pemilu mengadakan rapat tertutup dengan KPU, Kamis. Menurut Suhartono, pada rapat bersama tim sukses dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, ada usulan agar calon wakil gubernur juga diberi ruang untuk ikut menjelaskan visi misinya pada debat publik nanti.
"Selama ini kan selalu cagubnya yang berbicara. Tadi diusulkan cawagubnya juga ikut memaparkan. Dan ini sedang kami bahas lagi," kata Suhartono.
Langganan:
Postingan (Atom)
